Tampilkan postingan dengan label Sejarah Dunia. Tampilkan semua postingan
Era Megalitikum -Neolitikum Jawa Barat
Selasa, 10 Januari 2012
Posted by Perpustakaan Taman Ilmu
Tag :
Ensiklopedia,
Sejarah Dunia
Jawa barat memiliki catatan sejarah yang sangat panjang. diduga, wilayah Jawa Barat sudah dihuni sejak 600.000 (enam ratus ribu) tahun silam. penemuan alat-alat serta perkakas kuno di wilayah ini membuktikan hal tersebut. Diperkirakan sekitar tahun 3.500 sebelum masehi (SM) sudah terdapat kehidupan, yaitu di daerah Kuningan. Walaupun menurut data, kehidupan di wilayah ini baru diketahui sejak tahun 2.000 SM. Pada masa itu terjadi migrasi besar-besaran dari kawasan selatan Cina ke wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat.
Artefak-artefak yang ditemukan menunjukkan adanya kehidupan di zaman Megalitikum (zaman batu besar) hingga zaman Neolitikum (zaman bercocok tanam). Peninggalan prasejarah tersebut antara lain berupa batu obsidan, pecahan tembikar, kuburan batu dan perkakas-perkakas lain dari batu dan keramik. Artefak-artefak tersebut sekarang dapat ditemui di Kampung Cipari, Kelurahan Cigugur, Kabupaten Kuningan.
Artefak-artefak yang ditemukan menunjukkan adanya kehidupan di zaman Megalitikum (zaman batu besar) hingga zaman Neolitikum (zaman bercocok tanam). Peninggalan prasejarah tersebut antara lain berupa batu obsidan, pecahan tembikar, kuburan batu dan perkakas-perkakas lain dari batu dan keramik. Artefak-artefak tersebut sekarang dapat ditemui di Kampung Cipari, Kelurahan Cigugur, Kabupaten Kuningan.
situs purbakala Cipari
sumber Google.co.id
Dari hasil penelitian, diyakini saat itu masyarakat di daerah tersebut tidak lagi hidup berpindah-pindah tempat (meninggalkan pola hidup nomaden). Selain hidup menetap, mereka juga memiliki kebudayaan tinggi. Masyarakatnya telah mengenal sistem organisasi sosial, mata pencaharian, pola pemukiman yang layak serta menganut kepercayaan. Mereka melakukan pemujaan terhadap benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib (Dinamisme).peninggalan zaman batu tua
Sumber : Ensiklopedia Jawa Barat (Koleksi Perpustakaan)
Pavilliun Kerajaan (Edinburgh Castle)
George, Pangeran dari Wales, putra Raja George III, menginginkan sebuah rumah di Brighton, Sussex. Dia membeli sendiri sebuah rumah petani dan merekrut John Nash, seorang arsitek terkenal agar merubahnya menjadi bangunan yang benar-benar indah, yang sampai saat kini masih dapat disaksikan.
Pada tahun 1850, Ratu Victoria menjual Pavilliun Kerajaan ke Brighton. Kemudian pada 1982, setelah bertahun-tahun terabaikan, perbaikan struktur serta pemahatan dimulai dan selesai selama sepuluh tahun kemudian.
Para wisatawan yang mengunjungi Pavilliun Kerajaan terpesona bukan hanya oleh hiasan luar ala timurnya yang mencolok, tetapi juga oleh keindahan hiasan dalam dan tamannya.
Konon, hantu Raja George pernah terlihat berjalan mengitari salah satu lorong bawah tanah di Pavilliun tersebut.
Edinburgh
Ibukota Skotlandia adalah Edinburgh. Kota itu dinamakan Edwin’s Burgh mengikuti nama Raja Edwin dari Northumbria yang berkuasa antara 617-633M. raja Edwinlah yang membangun atay memperluas istana yang dibangun diatas apa yang sekarang disebut Batu Istana (Castle Rock). Kota itu berkembang mengelilingi istana.
Para wisatawan berbondong-bondong ke Prince Street dimana terdapat banyak toko yang bagus dan tempat berdirinya monumen besar Sir Walter Scott, penulis sangat terkenal di Skotlandia (kanan).
Pemandangan Edinburgh pada malam hari
Gunung St. Michael ( St. Michael Mountain)
Batu Granit besar ini ada di pesisir Cornish, Inggris, dekat kota Marazion. Ia dimahkotai oleh sebuah rumah mewah yang pernah menjadi istana. Pada saat pasang naik, gunung itu dikelilingi oleh laut yang dalam. Ketika surut, orang dapat berjalan menuju batu itu dari tanah dataran di jalan menanjak yang disebut jalan lintasan rawa.



